6 Kawasan Konservasi di BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat

Gili Balu

Gili Balu merupakan kawasan konservasi laut yang dikenal dengan gugusan pulau kecil dan perairan yang masih alami. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan berbagai jenis ikan karang yang menjadi penopang ekosistem pesisir Sumbawa Barat.

Selain sebagai habitat penting bagi biota laut, Gili Balu juga berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata bahari. Pengelolaan kawasan ini difokuskan pada perlindungan ekosistem, pemanfaatan berkelanjutan, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam laut.

Pulau Panjang

Pulau Panjang adalah kawasan konservasi yang memiliki ekosistem pesisir dan laut yang lengkap, mulai dari mangrove, padang lamun, hingga terumbu karang. Keberadaan ekosistem ini menjadikan Pulau Panjang sebagai area penting bagi pemijahan dan pembesaran berbagai jenis biota laut.

Pengelolaan Pulau Panjang diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan. Kawasan ini memiliki potensi sebagai lokasi edukasi lingkungan dan wisata alam yang mendukung upaya pelestarian serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sumber daya kelautan.

Kawasan konservasi Keramat, Bedil, dan Temudong (Kabete) memiliki karakteristik perairan dan pesisir yang mendukung kehidupan berbagai spesies laut dan pesisir. Ekosistem yang ada berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan laut serta sebagai penyangga alami wilayah pesisir dari ancaman kerusakan.

Upaya pengelolaan di kawasan Keramat, Bedil, dan Temudong (Kabete) difokuskan pada perlindungan habitat, pengendalian aktivitas pemanfaatan, serta monitoring sumber daya kelautan. Pendekatan ini bertujuan memastikan kelestarian ekosistem tetap terjaga sekaligus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Pulau Keramat, Bedil, dan Temudong

Pulau Liang dan Pulau Ngali merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi, khususnya sebagai habitat alami bagi berbagai biota laut dan pesisir. Kondisi perairan yang relatif terjaga menjadikan kawasan ini penting dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut setempat.

Pengelolaan Pulau Liang dan Pulau Ngali menitikberatkan pada upaya konservasi berbasis perlindungan ekosistem dan penguatan peran masyarakat. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan ini diharapkan tetap menjadi penyangga lingkungan sekaligus sumber pembelajaran tentang konservasi laut.

Pulau Liang dan Ngali

Kawasan konservasi Lipan Rakit dikenal sebagai wilayah dengan potensi sumber daya kelautan yang beragam. Keberadaan ekosistem pesisir dan laut di kawasan ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam serta mendukung kehidupan biota laut.

Pengelolaan Lipan Rakit diarahkan pada perlindungan habitat dan pemanfaatan yang bertanggung jawab. Dengan pengelolaan yang terencana, kawasan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi tanpa mengurangi nilai kelestariannya.

Pulau Lipan dan Pulau Rakit

Pulau Medang merupakan kawasan konservasi laut yang memiliki ekosistem pesisir dan perairan yang masih terjaga. Kawasan ini dikenal dengan keberadaan terumbu karang, padang lamun, serta perairan yang menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Pengelolaan Pulau Medang difokuskan pada upaya perlindungan ekosistem dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya kelautan. Selain berperan sebagai kawasan konservasi, Pulau Medang juga memiliki potensi sebagai lokasi edukasi dan ekowisata yang mendukung peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut.

Pulau Medang